Konferensi Dunia Hewan

Manusia adalah yang paling mulia dari semua hewan, hasil terakhir evolusi progresif dalam waktu yang tak terkatakan lamanya; tetapi ia tidak berjuang secara sadar untuk hidup sesuai dengan tingkat yang diwarisinya.

Binatang-binatang mengadakan konfrensi dunia untuk mempersoalkan kebenaran tuntutan manusia bahwa ia adalah puncak ciptaan dan penguasa segala yang bergerak di bumi.

cerita-sai-1

Singa memimpin perundingan ini. Harimau menyanggah tuntutan manusia dan macan tutul membuat pidato yang menghancurkan dan menghukum manusia: “Ia menodai nama baik semua binatang dimanapun. Manusia membuat dan meminum dengan riangnya berbagai racun yang mematikan dan bangga atas kebodohannya yang tak terhingga. Mereka menipu jenisnya sendiri dan menggunakan seluruh tenaga dan usahanya untuk merancangkan senjata yang dahsyat untuk menyapu bersih saudara-saurainya. Manusia mendorong kuda dan anjing agar berlari secepat-cepatnya dan menjadikan penghasilannya, sementara hewan-hewan itu berpacu di tempat pacuan. Manusia itu kejam, serakah, tidak bermoral, tidak dapat dipuaskan dan tidak mengenal rasa malu. Manusia memberikan contoh yang jelek di dalam dunia hewan. Walaupun mempunyai emosi dan kecerdasan yang lebih superior, tingkah lakunya menjijikkan dan rendah,” katanya.

“Kita tidak tahu apakah dan dimanakah kita mendapat makanan pada hari esok, kita tidak mempunyai tempat yang pasti untuk beristirahat. Kita tidak mempunyai sesuatu untuk membungkus diri kita, kecuali kulit. Tetapi walaupun begitu, sekurang-kurangnya kita masih layak menjadi anak Tuhan daripada mahluk mengerikan yang disebut manusia,” demikianlah macan tutul menutup mebicaraannya.

Rubah berdiri dan menambahkan:: “Kami mempunyai musim untuk kawin, tetapi manusia, aku malu mengatakannya. Manusia melanggar semua peraturan dan tidak menahan diri. Mereka berbuat sesukanya dan menjadi malapetaka bagi mahluk yang lain.”
Singa bangkit untuk membuat kesimpulan yang terakhir. Ia menyetujui kecenderungan yang umum dan teguran yang diucapkan dengan panjang lebar menentang manusia yang timbul berdasarkan tuntutan mereka yang tidak layak dan keunggulannya.

Tetapi ia tidak mau menyamaratakan semuanya. Ia membedakan antara manusia yang buas dan jahat, dan manusia yang telah mengatasi sifat-sifat kebinatangannya pada masa lalu dengan menggunakan kemampuan yang istimewa untuk membedakan antara yang buruk dan yang baik dan memiliki kebebasan jiwa (tidak terikat pada obyek-obyek pemuas indera).

cerita-sai-2

Yang terakhir ini harus diterima oleh semua binatang sebagai pemimpin sedang yang pertama patut dibalas dengan hukuman yang setimpal.